Dari Galon Bekas Menjadi Taman Hijau: Jagoan Kecil BCM Belajar Peduli Lingkungan Melalui Proyek Daur Ulang
Penulis : S.H/N.H
Editor : H.M
Ciomas, 21 Juli 2026– Barang bekas yang selama ini sering dianggap tidak bernilai, ternyata dapat disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal inilah yang ditunjukkan oleh peserta didik SIT Bina Cendekia Mandiri (BCM) melalui proyek "Pemanfaatan Galon Bekas untuk Menghijaukan Lingkungan Sekolah". Berbekal semangat "Berkarakter Islami, Berperilaku Mandiri, Berjiwa Pengusaha", para peserta didik diajak untuk belajar menjaga lingkungan melalui kegiatan nyata. Galon bekas yang sebelumnya tidak terpakai diubah menjadi pot tanaman yang mempercantik berbagai sudut sekolah.

Gambar 1 Pot daur ulang memperindah lingkungan sekolah
Menurut Kepala SDIT BCM Ibu Neni Oktaviani, S.TP. kegiatan diawali dengan mengumpulkan galon bekas dari rumah peserta didik maupun lingkungan sekolah. Bersama para guru peserta didik kemudian memotong, mengecat, dan menghias galon tersebut sebelum menggunakannya sebagai media tanam untuk berbagai jenis tanaman hias, sayuran, dan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna. Salah satu guru pembina proyek tingkat SMP, Bapak Ridho menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. "Galon bekas kami manfaatkan menjadi pot vertikal dan taman gantung. Selain mengurangi limbah plastik, anak-anak juga belajar berkreasi, bekerja sama, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Mereka menyadari bahwa barang bekas pun dapat memiliki nilai dan manfaat jika diolah dengan kreativitas," ujarnya.
Hasil dari proyek tersebut kini menghiasi berbagai area di lingkungan sekolah. Lorong kelas, halaman, pagar, hingga taman sekolah tampak lebih asri dengan deretan pot warna-warni hasil karya peserta didik. Lebih dari sekadar memperindah lingkungan, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter. Peserta didik belajar tentang tanggung jawab dalam merawat tanaman, pentingnya kerja sama, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan hasil tanaman yang dapat dikonsumsi maupun memiliki nilai ekonomi.
Ketua Yayasan Dakara Bisnis Institvte (YDBI) Ibu Sholihati, S.P., M.Si. yang merupakan alumni IPB University memberikan apresiasi atas kreativitas para peserta didik dan guru dalam mengembangkan proyek tersebut. "Program ini sejalan dengan visi BCM sebagai Sekolahnya Para Juara dan Calon Pengusaha. Menjadi juara tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan menghadirkan solusi atas permasalahan di sekitar. Melalui proyek sederhana ini, kami ingin menanamkan nilai kreativitas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap amanah Allah berupa alam semesta," tuturnya.

Gambar 2 Antusias Siswa/I SIT BCM terhadap proyek ini
Melalui program ini, SIT Bina Cendekia Mandiri berharap dapat menginspirasi peserta didik, orang tua, serta masyarakat untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama diyakini mampu memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
Karena menjaga bumi tidak selalu dimulai dari hal yang besar. Terkadang, perubahan bermula dari sebuah galon bekas yang diolah dengan kreativitas dan kepedulian.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
- Email: binacendekiamandiri.@gmail.com
- WhatsApp: 081288693698 / 081314226989
- Website : www.binacendekiamandiri.sch.id
SIT Bina Cendekia Mandiri Entrepreneur’s School,
#Berkarakter Islami.
#Berprilaku Mandiri
#Berjiwa Pengusaha





